Wotu, Bilikf4kt@.id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kabupaten Luwu Timur tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Ia hadir sebagai ruang refleksi kolektif, sekaligus panggilan moral untuk kembali meneguhkan arah dan komitmen pembangunan pendidikan nasional yang berakar pada nilai, karakter, dan kemajuan zaman.
Dalam suasana khidmat di Lapangan Gaswo, Kecamatan Wotu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, menegaskan bahwa Hardiknas adalah penghormatan atas warisan pemikiran Ki Hajar Dewantara tokoh besar yang telah meletakkan fondasi pendidikan Indonesia sebagai sarana memerdekakan manusia, bukan sekadar mentransfer pengetahuan.
“Pendidikan adalah jalan panjang membangun peradaban. Ia bukan hanya soal kecerdasan, tetapi juga pembentukan karakter dan jati diri bangsa,” demikian esensi pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.

Upacara berlangsung tertib dan penuh makna, dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler, Wakil Ketua I DPRD Jihadin Peruge, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, jajaran pemerintah daerah, hingga para kepala desa dan peserta upacara dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam pidato tersebut, ditegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini mengedepankan pendekatan Pembelajaran Mendalam sebagai strategi utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pendekatan ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat pemahaman akademik, tetapi juga membangun daya pikir kritis, kreativitas, dan karakter peserta didik.
Sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan ditempatkan sebagai pilar utama dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing global.
Untuk itu, pemerintah pusat menetapkan lima kebijakan strategis yang menjadi fondasi transformasi pendidikan ke depan. Mulai dari pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan yang terintegrasi dengan digitalisasi pembelajaran melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, penguatan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, pengembangan literasi, numerasi, serta STEM, hingga perluasan akses pendidikan yang lebih merata dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Di tingkat daerah, Bupati Irwan menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan di Luwu Timur. Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai program peningkatan layanan pendidikan yang terus diperkuat dari waktu ke waktu.

“Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan terbaik, baik bagi guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan masa depan daerah ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Bumi Batara Guru.
“Terima kasih kepada seluruh guru atas dedikasi dan pengabdiannya. Dari tangan merekalah lahir generasi masa depan Luwu Timur,” tuturnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan prestasi, pada kesempatan tersebut turut diserahkan berbagai apresiasi, di antaranya Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya untuk masa bakti 10, 20, dan 30 tahun, penyerahan SK pensiun kepada 11 ASN, penghargaan bagi pejuang digitalisasi pendidikan, serta apresiasi kepada satuan pendidikan dengan rapor pendidikan terbaik tahun 2025.
Tak hanya itu, semangat kompetisi dan kebersamaan juga mendapat tempat melalui pemberian hadiah berupa uang pembinaan kepada para juara lomba defile dalam ajang Porseni PGRI Tahun 2026.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Penandatanganan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sebagai bentuk keseriusan dalam menghadirkan sistem seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel.
Komitmen tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan di Luwu Timur tidak hanya dikelola sebagai rutinitas administratif, melainkan sebagai gerakan bersama untuk melahirkan generasi unggul yang siap menjawab tantangan zaman.
Di tengah arus perubahan global yang semakin cepat, Hardiknas 2026 di Luwu Timur menegaskan satu hal: pendidikan tetap menjadi jangkar utama peradaban dan dari daerah inilah, masa depan itu terus disemai dengan keyakinan dan kerja nyata. (Put/Red)







