Malili, bilikf4kt@.id – Upaya menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), digelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Luwu Timur di Aula Kantor Kesbangpol, dengan mengusung tema “Pemilih Pemula Cerdas untuk Indonesia Berkualitas”.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Luwu Timur, Aini Endis Anrika, yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur. Dalam sambutannya, Aini menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki posisi yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam konstruksi demokrasi modern.
Menurutnya, generasi muda bukan sekadar pelengkap dalam daftar pemilih, melainkan aktor penting yang akan menentukan arah kebijakan publik dan masa depan bangsa.

“Suara generasi muda bukan sekadar angka statistik dalam pemilu, tetapi penentu arah perjalanan bangsa. Karena itu, pemilih pemula harus dibekali pengetahuan yang memadai, kesadaran politik, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi dinamika yang berkembang,” ujar Aini dengan nada tegas.
Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi politik di kalangan pelajar sebagai bagian dari pembangunan demokrasi yang sehat, berintegritas, dan berkelanjutan.
Suasana sosialisasi berlangsung dinamis, mencerminkan antusiasme pelajar dalam memahami proses demokrasi secara lebih substansial. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga wadah pembentukan kesadaran kolektif akan pentingnya partisipasi politik yang bertanggung jawab.
Selepas pembukaan, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif dari sejumlah narasumber yang berasal dari berbagai lembaga strategis. Hadir sebagai pemateri, Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur Hj. Harisah Suharjo, Kepala Badan Kesbangpol Luwu Timur Salam Latif, Ketua KPU Luwu Timur Irfan Lahabu, serta Ketua Bawaslu Luwu Timur Pawennari.
Dalam paparannya, Hj. Harisah Suharjo mendorong para pelajar untuk tidak berhenti pada pemahaman individu, tetapi mampu menjadi agen literasi politik di lingkungan sekitarnya.

“Sebagai pemilih pemula, sudah sepatutnya menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Pilihan yang diambil hari ini akan menentukan kualitas kepemimpinan di masa mendatang,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Kesbangpol Salam Latif menegaskan bahwa pendidikan politik bagi generasi muda merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan stabilitas dan kualitas demokrasi di daerah.
Ia menilai, pembekalan yang tepat sejak dini akan melahirkan generasi pemilih yang tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan, sekaligus mampu berpartisipasi aktif dalam menjaga integritas proses demokrasi.
Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami hak pilihnya, tetapi juga menyadari tanggung jawab sebagai warga negara. Dengan demikian, proses demokrasi dapat berjalan secara optimal, melahirkan kepemimpinan yang berkualitas, serta memperkuat fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di masa yang akan datang (Put/Red).







