Malili, bilikf4kt@.id – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali memperkuat agenda pembangunan karakter generasi muda melalui pengaktifan Program Pejuang Subuh bagi pelajar tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Irwan Bachri Syam bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Ruang Rapat Kerja Bupati.
Rapat itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raoda, para pengawas sekolah, kepala bidang, serta perwakilan guru SD dan SMP dari berbagai kecamatan di Luwu Timur.
Program Pejuang Subuh dirancang sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan penguatan nilai religius di kalangan pelajar melalui pelaksanaan shalat subuh berjamaah di masjid maupun mushala.

Dalam arahannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa program tersebut tidak sekadar kegiatan seremonial keagamaan, melainkan bagian dari pembinaan karakter yang terintegrasi dengan proses pendidikan di sekolah.
“Pejuang Subuh ingin kita hadirkan kembali sebagai budaya positif di lingkungan pelajar. Kehadiran siswa dalam shalat subuh berjamaah akan menjadi salah satu indikator penilaian pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam,” tegas Irwan.
Menurutnya, pembiasaan bangun pagi dan hadir tepat waktu di rumah ibadah merupakan latihan kedisiplinan yang memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter anak sejak usia dini. Selain membangun spiritualitas, program ini juga dinilai mampu menanamkan kepedulian sosial dan tanggung jawab personal di tengah kehidupan masyarakat.
Irwan berharap, gerakan tersebut dapat menjadi fondasi moral bagi generasi muda Luwu Timur agar tumbuh sebagai pribadi yang berintegritas, berakhlak baik, serta memiliki etos disiplin yang kuat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Raoda, menjelaskan bahwa program difokuskan kepada pelajar laki-laki Muslim pada jenjang tertentu. Untuk tingkat SD, sasaran utamanya adalah siswa kelas 5, meski tetap mencakup kelas 4 hingga 6. Adapun pada tingkat SMP, program diprioritaskan bagi siswa laki-laki kelas 8 dengan cakupan kelas 7 sampai 9.

Ia menambahkan, siswi perempuan tetap dapat mengikuti kegiatan tersebut dari rumah masing-masing dengan pendampingan orang tua. Pemerintah juga menyiapkan buku kontrol sebagai instrumen pemantauan aktivitas ibadah siswa.
“Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan setiap Sabtu dan Ahad pukul 04.00 hingga 04.15 Wita di masjid atau mushala terdekat dari tempat tinggal peserta didik,” jelas Raoda.
Langkah Pemerintah Kabupaten Luwu Timur ini memperlihatkan upaya serius menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menitikberatkan pada penguatan karakter dan pembentukan budaya disiplin di lingkungan pelajar (Put/Red).







