Sementara itu, Kepala Bapenda, Muhammad Yusri menyampaikan bahwa, capaian realisasi pajak daerah yang melampaui target pada triwulan pertama merupakan hasil dari upaya bersama seluruh perangkat daerah dalam mengoptimalkan sistem pembayaran pajak berbasis digital.
Implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, kata Yusri, dinilai mampu memberikan kemudahan bagi wajib pajak, sekaligus meningkatkan transparansi dan akurasi data penerimaan.
Lebih lanjut, Yusri menjelaskan, sumber pendapatan daerah juga berasal dari retribusi daerah yang meliputi retribusi jasa usaha dan retribusi umum.
“Alhamdulillah pendapatan daerah kita melebihi target pada triwulan pertama. Namun terkait retribusi yang belum tercapai, ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Kami juga akan mengundang kembali OPD terkait untuk membahas dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah,” ungkap Yusri.
Terakhir Kepala Bapenda menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat integrasi sistem perpajakan daerah, meningkatkan validasi data, serta memperluas jangkauan layanan pembayaran non-tunai guna mendorong peningkatan PAD pada triwulan berikutnya.
“Seluruh perangkat daerah dan masyarakat juga diharapkan dapat terus mendukung upaya digitalisasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah,” pungkas Yusri. (bkr/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red).







