“Kita berharap pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Pengelolaan yang tepat akan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal,” jelas Kadis Parmudora Lutim.
Sementara itu, Frederik Kalalembang menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Ia menilai daerah tersebut memiliki potensi wisata yang besar dan layak untuk dikembangkan secara serius.
Frederik juga menyoroti pentingnya pembenahan aspek dasar dalam pengelolaan destinasi wisata. Kebersihan lingkungan, ketersediaan fasilitas umum yang layak, serta kenyamanan pengunjung menjadi faktor utama yang harus diperhatikan.
Legislator dari Fraksi Partai Demokrat ini juga menekankan bahwa perkembangan pariwisata saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran teknologi digital. Ketersediaan jaringan internet di kawasan wisata, menurutnya, menjadi kebutuhan penting untuk mendukung promosi secara alami melalui pengalaman wisatawan.
“Selain itu, aspek keamanan turut menjadi faktor krusial dalam menciptakan destinasi yang ramah bagi pengunjung. Dengan rasa aman dan nyaman, wisatawan diharapkan tidak hanya datang, tetapi juga memiliki keinginan untuk kembali,” tuturnya.
Anggota DPR RI Dapil Sulsel III ini turut mengingatkan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata. Peran pelaku UMKM dinilai sangat strategis dalam menciptakan perputaran ekonomi di sekitar destinasi, mulai dari sektor kuliner, kerajinan hingga jasa pendukung lainnya.
Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya penerapan manajemen yang terstruktur dalam pengembangan pariwisata, mulai dari perencanaan hingga pengawasan. Dengan langkah yang sistematis dan berkelanjutan, ia optimistis pariwisata Luwu Timur dapat tumbuh pesat dan menjadi salah satu sektor unggulan daerah. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red).







