Pj sekda juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya para pengajar dan pengelola Sekolah Budaya Luwu I La Galigo yang telah mendedikasikan diri dalam upaya pelestarian budaya Luwu.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Budaya Luwu I La Galigo menjadi solusi agar masyarakat, terutama generasi muda, mampu menghadapi tantangan zaman tanpa melupakan akar budaya yang membentuk identitas sebagai orang Luwu.
Lebih lanjut, Ramadhan Pirade menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas dan kearifan lokal, sekaligus berpotensi menjadi salah satu daya tarik pendukung pengembangan industri pariwisata.
“Insya Allah, jika kita bersatu, bekerja sama, dan bergotong royong, seluruh permasalahan di Kabupaten Luwu Timur dapat kita selesaikan bersama,” tutupnya.
Pada kesempatan ini, juga diberikan penghargaan kepada 12 lulusan terbaik oleh Opu Mincara Burau, Andi Bintang Aras, yang diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh Erniwati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur Harisah Suharjo, Anggota DPRD Erni Malape, Sekretaris DPRD Alamsyah Parkesi, Kabag Ops Polres Lutim Andi Yusuf, perwakilan Mincara Malili, Kadis Kominfo SP Andi Tabacina Ahmad, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raodah K, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rapiuddin Tahir, Ketua DWP, Ketua Bhayangkari, Camat Malili, perwakilan PT Vale, Ketua Yayasan Wanua Tana Luwu, serta kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Luwu Timur. (Put/Red) (asn/ikp-humas/kominfo-sp)








