Malili, bilikf4kt@.id – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Pendidikan Malili untuk menikmati malam hiburan artis dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur, Rabu malam (10/06/2026). Sejak petang, arus pengunjung terus berdatangan hingga menjadikan kawasan tersebut lautan manusia yang dipenuhi semangat perayaan dan kebersamaan.
Panggung hiburan yang menghadirkan penyanyi asal Indonesia Timur, Juan Reza, menjadi magnet utama yang menyedot perhatian masyarakat dari berbagai penjuru Luwu Timur. Kehadirannya tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah agenda daerah mampu menjadi ruang temu sosial yang dinantikan warga.
Sorak sorai penonton pecah ketika Juan Reza membawakan sejumlah lagu andalannya. Energi panggung yang kuat berpadu dengan antusiasme penonton yang larut dalam setiap irama, menciptakan suasana yang hangat sekaligus meriah.
Nama Juan Reza sendiri telah dikenal luas di berbagai platform media sosial. Lagu Tabola Bale yang viral turut mengangkat identitas budaya Indonesia Timur melalui warna musik yang khas dan mudah diterima lintas generasi. Perpaduan unsur tradisional dengan sentuhan modern menjadikannya salah satu musisi yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat kawasan timur Indonesia.

Di tengah kemeriahan tersebut, hadir pula Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Wakil Bupati, Hj. Puspawati Husler, Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur, dr. Ani Nurbaini Irwan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Dr. Ramadhan Pirade, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, camat, hingga berbagai elemen masyarakat.
Momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika Bupati Irwan Bachri Syam bersama Ketua TP PKK naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama Juan Reza. Kehangatan interaksi tersebut disambut tepuk tangan panjang dan riuh penonton yang memenuhi area Lapangan Pendidikan.
Bagi masyarakat, malam hiburan seperti ini bukan semata tontonan. Ia menjadi ruang rekreasi yang menghadirkan kedekatan antara pemerintah dan warga dalam suasana yang lebih cair. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya menghadirkan agenda publik yang mampu memperkuat rasa memiliki terhadap daerah.
Namun, ada sisi lain yang tak kalah penting untuk dicermati, yakni dampak ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan kegiatan berskala besar tersebut. Sejumlah pedagang kaki lima, pelaku usaha kuliner, penjual minuman, hingga penyedia jasa parkir menikmati peningkatan pendapatan seiring membludaknya jumlah pengunjung.
Perputaran uang yang tercipta selama pelaksanaan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur menjadi bukti bahwa sektor hiburan rakyat dapat berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal. Ketika ribuan orang berkumpul dalam satu titik aktivitas, peluang usaha tumbuh secara alami dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Karena itu, agenda peringatan hari jadi daerah idealnya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial yang menghabiskan anggaran. Dengan perencanaan yang tepat, kegiatan seperti ini dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi kerakyatan, ruang promosi UMKM, sekaligus etalase potensi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irwan Bachri Syam mengaku terkesan dengan penampilan Juan Reza dan mengajak masyarakat untuk kembali memeriahkan rangkaian Hari Jadi Luwu Timur dengan menghadiri malam hiburan berikutnya yang akan menghadirkan Repvblik Band pada 12 Juni mendatang.
“Ini penampilan yang sangat luar biasa. Saya ajak kita semua untuk hadir kembali di sini tanggal 12 untuk meramaikan tempat ini, kita saksikan penampilan Repvblik Band,” ujar Irwan.
Antusiasme masyarakat yang memenuhi Lapangan Pendidikan malam itu menjadi gambaran bahwa perayaan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur bukan hanya tentang panggung dan gemerlap lampu. Di balik dentuman musik dan sorak penonton, terdapat denyut ekonomi yang bergerak, peluang usaha yang tumbuh, serta semangat kebersamaan yang memperkuat identitas daerah. Ketika hiburan rakyat dikelola secara inklusif dan berdampak, maka manfaatnya tidak berhenti sebagai kenangan sesaat, melainkan menjadi bagian dari pembangunan yang dirasakan masyarakat secara nyata (Put/Red)







