Malili, bilikf4kt@.id – Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menegaskan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat strategis sebagai fondasi utama dalam memberikan perlindungan dan pembinaan kepada anak, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Parenting Anak yang berlangsung di Lapangan Birawa, Desa Balantang, Sabtu (1/8/2026).
Dalam sambutannya, Puspawati mengajak seluruh orang tua untuk lebih bijaksana dalam mendampingi anak, khususnya dalam penggunaan gawai. Menurutnya, pengawasan yang konsisten dan pemberian batasan waktu merupakan langkah penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara sehat tanpa menghambat proses tumbuh kembang anak.

Ia mengimbau agar gawai tidak dijadikan sebagai sarana utama untuk menenangkan atau mengalihkan perhatian anak. Sebaliknya, orang tua diharapkan lebih banyak membangun interaksi langsung melalui komunikasi, permainan edukatif, maupun aktivitas keluarga yang dapat mempererat hubungan emosional.
“Pemberian gawai kepada anak sebaiknya dilakukan secara bijak, misalnya pada waktu-waktu tertentu seperti hari libur, dengan durasi yang terbatas dan tetap berada dalam pendampingan orang tua,” ujar Puspawati.
Menurutnya, penggunaan gawai yang tidak terkendali berpotensi memengaruhi perkembangan sosial, emosional, hingga kemampuan belajar anak. Karena itu, kehadiran orang tua dalam setiap tahapan pertumbuhan anak menjadi faktor yang sangat menentukan.
“Keluarga merupakan lingkungan pertama sekaligus benteng utama dalam melindungi anak. Mereka membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta pendampingan yang berkelanjutan agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, narasumber dari Sulawesi Forum Cipta, Rosiana Amin, menyampaikan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Melalui Program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), masyarakat didorong untuk semakin aktif dalam mengenali, mencegah, dan menangani berbagai persoalan yang berpotensi mengancam hak-hak anak. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat penerapan pola asuh positif sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-30 Desa Balantang yang mengusung tema “Keluarga Hebat, Anak Terlindungi, Desa Balantang Menuju Desa Ramah Anak.” Tema ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal melalui sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Malili yang juga Penjabat Kepala Desa Balantang, H. Hasimning, Ketua TP PKK Kecamatan Malili Darmawati, Sekretaris Forum PATBM Luwu Timur Novika Firdaus, Kepala UPT SD 233 Balantang, perwakilan Polsek Malili, para kepala dusun, Ketua RT/RW, kader PKK, kader Posyandu, serta berbagai unsur masyarakat yang menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan perlindungan anak di Kabupaten Luwu Timur.







