Malili, bilikf4kt@.id — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Timur menggelar operasi tanggap darurat distribusi air bersih untuk membantu warga yang terdampak kekeringan berkepanjangan pada tiga kecamatan di Kabupaten Luwu Timur. Operasi air bersih ini dilaksanakan mulai tanggal 15 September 2026 hingga tanggal 31 Oktober 2026 mendatang, untuk menyuplai kebutuhan dasar masyarakat pada 14 desa dan 1 kelurahan yang mengalami krisis air bersih di Kecamatan Mangkutana, Tomoni, dan Tomoni Timur.
Ketua PMI Kabupaten Luwu Timur, yang juga Bupati Luwu Timur, Ir, H. Irwan Bachri Syam, S.T, M.T., IPM, menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah bersama PMI guna menopang pelayanan PDAM Cabang Mangkutana yang kewalahan memenuhi lonjakan kebutuhan warga di musim kemarau ini.
“Kekeringan yang berkepanjangan bukan hanya memicu krisis air, melainkan juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan. PMI bersama pemerintah daerah, dan PDAM bergerak secara terencana dan transparan agar pasokan air layak konsumsi dapat sampai ke warga yang paling membutuhkan,” ujar pria yang akrab dengan sapaan Ibas ini.
Berdasarkan hasil assessment PMI Kabupaten Luwu Timur, sedikitnya tercatat sebanyak 2.328 kepala keluarga (KK) di 15 wilayah tersebut membutuhkan pasokan air bersih. Operasi darurat ini direncanakan berjalan penuh selama 60 hari dengan target penyaluran total mencapai 1.200.000 liter air bersih.







