Dalam pelaksanaannya, PMI mengoperasikan satu unit armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dengan frekuensi distribusi empat rit per hari. Melalui skema ini, kapasitas pasokan harian mencapai 20.000 liter, dengan estimasi menjangkau 1.300 KK penerima manfaat secara berkala guna melengkapi distribusi air bersih reguler PDAM.
Penyaluran bantuan air bersih ini menerapkan prinsip prioritas ketat yang berskala wilayah, yakni mendahulukan desa-desa dengan defisit air paling parah dan minim akses sumber alternatif. Selain itu, menggunakan skala prioritas kelompok rentan, yakni kelompok lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, balita, serta keluarga prasejahtera.
“Air yang didistribusikan juga dipastikan berasal dari sumber resmi yang teruji kelayakannya, dengan tangki dan selang armada yang rutin disterilkan,” tandas Ibas. Sementara Titik distribusi air diatur pada titik yang aman, mudah dijangkau warga, tidak mengganggu kelancaran lalu lintas, dan didampingi langsung oleh penanggung jawab desa masing-masing.
Ibas berharap, dengan adanya operasi kekeringan air bersih yang dilakukan PMI Kabupaten Luwu Timur ini, masyarakat bisa terbantukan untuk kebutuhan dasar mereka di musim kemarau berkepanjangan ini. (Red)







