Luar biasa, Penjualan Perdana bijih Nikkel PT Vale IGP Pomalaa Investasi Tembus Rp 74 Triliun

Pomala, bilikf4kt@.id – Laju Pergerakan Pertambangan Nikkel PT Vale Indonesia Tbk, mencatat sejarah baru di Bumi Mekongga. Per hari ini, Minggu (1 Maret 2026), Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa resmi memulai penjualan perdana bijih nikelnya dan langsung Investasinya tembus Rp 74 Triliun.

​Momentum “Luar biasa” ini menandai transisi krusial proyek dari fase konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating phase). Langkah ini sekaligus memperkuat Posisi Propinsi Sulawesi Tenggara sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global mineral kritis untuk baterai kendaraan listrik (EV).

​Proyek IGP Pomalaa bukan sekadar tambang biasa. Dengan nilai investasi terintegrasi mencapai Rp74,44 triliun (setara US$4,43 miliar), proyek ini merupakan pilar utama agenda hilirisasi nasional.

​Penjualan perdana ini dimungkinkan setelah aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1. Kedua lokasi ini dirancang sebagai jantung distribusi material dengan kapasitas penampungan hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit.

​Director and Chief Project Officer PT Vale Indonesia Tbk, Muhammad Asril, mengungkapkan bahwa aktivasi pit tersebut adalah langkah strategis untuk menjaga ritme produksi agar tetap optimal dan berkelanjutan.

​”Dengan dukungan infrastruktur yang terus kami percepat, kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan,” tegas Asril dalam keterangannya, Minggu (1 Maret 2026)

baca juga  BSI Region X Makassar kian Solidaritas, Bisnis Gadai dan Cicil Emas Makin Bersinar
benner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *