Bupati Irwan Serukan Transformasi Pembelajaran Berbasis AI di Luwu Timur

Nuha, bilikf4kt@.id – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, secara resmi membuka Seminar dan Workshop Nasional yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Timur di Gedung Matano Player. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema strategis, yakni “Transformasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi AI untuk Generasi Berkarakter Unggul di Era Revolusi Industri 5.0.”

Forum ilmiah tersebut menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan nasional, di antaranya Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, serta Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Hasnawi Haris.

Dalam sambutannya, Irwan menegaskan bahwa arah pembangunan pendidikan tidak semata bertumpu pada capaian intelektual, melainkan juga harus berpijak pada pembentukan karakter, integritas, dan akhlak peserta didik, terlebih di tengah derasnya arus disrupsi teknologi.

“Komitmen pemerintah daerah jelas, memastikan seluruh anak di Luwu Timur memperoleh akses pendidikan yang layak. Pendidikan bukan sekadar mencetak generasi cerdas, tetapi juga melahirkan pribadi yang berkarakter kuat dan mampu menyikapi perubahan zaman secara arif,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam merespons perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), sebagai instrumen pembelajaran yang inovatif. Namun demikian, Irwan mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Momentum seminar ini, lanjutnya, diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus peningkatan kapasitas bagi para pendidik dalam merancang metode pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Lebih jauh, Irwan mendorong jajaran pengurus PGRI untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, guna memastikan setiap kebijakan pendidikan dapat diimplementasikan secara efektif hingga ke tingkat satuan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, mengajak para guru untuk tampil lebih percaya diri dan progresif dalam meningkatkan kompetensi profesional. Menurutnya, dinamika teknologi yang berkembang pesat menuntut pendidik untuk terus berbenah agar tetap memiliki daya saing.

baca juga  Wakil Bupati Tekankan Percepatan Penuntasan TBC Lewat Program Desa Siaga

Pandangan serupa disampaikan Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Hasnawi Haris. Ia menilai kegiatan ini sebagai forum strategis yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menjadi wadah bagi guru untuk menyampaikan aspirasi dan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Seminar nasional ini turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari pengurus PGRI tingkat provinsi dan kabupaten/kota, perwakilan legislatif, aparat kepolisian, hingga unsur pemerintah daerah dan mitra industri.

Diikuti oleh perwakilan anggota PGRI se-Kabupaten Luwu Timur, kegiatan ini diharapkan menjadi akselerator transformasi digital di sektor pendidikan, sekaligus memperkuat posisi guru sebagai aktor kunci dalam mencetak generasi unggul di masa mendatang (Put/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *