Dampak Elnino, Produksi Gabah di Luwu Timur Anjlok Hingga 2.500 Ton

Malili, bilikf4kt@.id — Dampak dari Kemarau Panjang (Elnino) yang Melanda Saat ini Menyebabkan anjloknya sekitar 2.500 Ton Produksi Gabah petani di Luwu Timur pada musim Panen tahun ini, anjloknya Produksi Gabah Petani itu dikarenakan, Sawah Mereka tidak mendapatkan pasokan Air Irigasi Yang Mulai mengering.

Anjloknya produksi Gabah tahun ini di Luwu Timur, jika menghitung dan membandingkan Dengan Jumlah produksi gabah Petani Setiap Musim Panen, Nilainya tidak mempengaruhi Kebutuhan Beras Masyarakat Bumi Batara Guru, Meski demikian, kondisi ini Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah Mengambil upaya dan beberapa langkah Preventif.

Sesuai data Yang diperoleh media ini di Dinas Pertanian Luwu Timur melalui bidang Pangan dan Holtikultura menyebutkan, Anjloknya Gabah Petani pada Musim panen perdana tahun ini yang mencapai 2.500 Ton dikonversi dengan Luasan 400 Hingga 500 Hektar Sawah yang yang tidak menanam Akibat kekeringan.

Kepala bidang Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Luwu Timur Rahmatullah yang dikonfirmasi, Kamis (17 September 2026) Menyebutkan, Kemarau panjang yang menerjang Luwu Timur Tahun ini Bertepatan dengan musim Tanam Petani.

Akibatnya, Sebanyak 400 hingga 500 Hektar Sawah tidak memperoleh Pasokan Air, kondisi ini Terjadi di Desa Mahalona Raya Towuti, Wasuponda, Desa Manurung, Pongkeru dan sebagian Laskap Kecamatan Malili, kata Rahmatullah.

baca juga  MoU Pemkab Lutim dan Briton English Education Akan Luncurkan Program Sekolah Berbahasa Inggris dan BLK Internasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *