Disdagkop-UKMP Luwu Timur Gandeng Patra Niaga Dorong Peralihan ke Bright Gas Non-Subsidi

Malili, bilikf4kt@.id – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mengintensifkan upaya mewujudkan penyaluran LPG bersubsidi yang lebih tepat sasaran. Salah satu langkah yang ditempuh yakni melalui pelaksanaan Program Trade In Bright Gas yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (Disdagkop-UKMP) Kabupaten Luwu Timur bekerja sama dengan Patra Niaga.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Disdagkop-UKMP tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menukarkan tabung LPG menjadi Bright Gas sebagai bagian dari kampanye penggunaan LPG non-subsidi bagi masyarakat yang dinilai mampu secara ekonomi.

Kepala Disdagkop-UKMP Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktovianus, mengatakan program ini tidak hanya menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk beralih menggunakan Bright Gas, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya penggunaan LPG sesuai dengan peruntukannya.

Menurutnya, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi diharapkan mulai beralih menggunakan Bright Gas ukuran 5,5 kilogram maupun 12 kilogram melalui paket penawaran khusus yang telah disiapkan. Selain program penukaran tabung, masyarakat juga dapat memperoleh tabung Bright Gas baru dengan harga yang lebih terjangkau selama kegiatan berlangsung.

“Melalui program ini kami mengajak masyarakat yang mampu untuk beralih menggunakan Bright Gas agar LPG 3 kilogram bersubsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Kami juga menyediakan berbagai paket penawaran menarik, termasuk pembelian tabung Bright Gas baru dengan harga khusus,” ujar Senfry.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan program tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Luwu Timur yang secara kolektif mengikuti program penukaran tabung LPG ke Bright Gas sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan penggunaan LPG non-subsidi di lingkungan instansi pemerintah.

Partisipasi aktif dari instansi pemerintah tersebut menjadi contoh nyata dalam mendukung kebijakan energi yang berkeadilan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong kesadaran kolektif bahwa LPG bersubsidi merupakan hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sementara kelompok masyarakat mampu dapat beralih menggunakan produk non-subsidi.

baca juga  Bupati Lutim Hadiri PSBM XXVI, Perkuat Jejaring Ekonomi Daerah

Program Trade In Bright Gas juga menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan PT Pertamina Patra Niaga dalam memperluas edukasi mengenai konsumsi energi yang bertanggung jawab. Selain memberikan kemudahan dalam proses penukaran tabung, kegiatan ini turut mengenalkan berbagai keunggulan Bright Gas, mulai dari aspek keamanan, kualitas tabung, hingga jaminan takaran isi yang sesuai standar.

Disdagkop-UKMP menilai perubahan pola konsumsi energi masyarakat memerlukan keterlibatan semua pihak. Karena itu, kegiatan serupa akan terus didorong melalui kolaborasi dengan perangkat daerah, pelaku usaha, serta komunitas masyarakat agar pemahaman mengenai penggunaan LPG sesuai peruntukannya semakin meluas.

Di akhir kegiatan, Senfry berharap inisiatif tersebut dapat diikuti oleh lebih banyak perangkat daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat umum sehingga distribusi LPG 3 kilogram bersubsidi semakin tepat sasaran.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang sadar untuk menggunakan LPG sesuai peruntukannya. Ketika masyarakat yang mampu beralih ke Bright Gas, maka subsidi energi yang diberikan pemerintah benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat yang berhak. Inilah tujuan utama dari program yang kami laksanakan hari ini,” pungkasnya. (Put/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *