“Pertemuan ini kita lakukan agar kita tahu kendalanya apa. Semua masukan nanti kita rangkum dalam laporan sebagai bahan pertimbangan ke pusat. Kami akan mengajukan ke pusat, dan pusat yang akan mempertimbangkan,” ungkap Andi Juana.
Lebih lanjut, Andi Juana memaparkan hasil monitoring dan koordinasi Tim Satgas MBG. Saat ini, terdapat 34 titik SPPG di Kabupaten Luwu Timur yang telah mendaftar pada portal BGN.
Rinciannya
* 3 SPPG telah beroperasi,
* 5 SPPG siap beroperasi,
* 4 SPPG dalam tahap survei kelayakan,
* 10 SPPG dalam proses pembangunan,
* 12 titik belum menunjukkan aktivitas pembangunan.
“Jumlah tenaga kerja yang terlibat sangat besar, demikian pula kebutuhan pangan untuk mendukung layanan MBG,” jelasnya.
Terakhir, Ia menambahkan bahwa pelaporan dari kecamatan akan dilakukan setiap pekan. Tim Satgas bertugas memastikan rantai pasok pangan berjalan baik, dapur tetap steril, dan seluruh tahapan pembangunan memenuhi standar. Targetnya, seluruh SPPG di Luwu Timur sudah beroperasi penuh pada Februari 2026. (Put/Red) (asn/ikp-humas/kominfo-sp)








