Rapat koordinasi tersebut menghasilkan dua poin kesepakatan utama dalam penguatan mitigasi bencana di lingkungan pendidikan:
Pembentukan Sekretariat Bersama Sekolah Siaga Bencana (Sekber SSB) sebagai wadah koordinasi teknis dan operasional untuk mengawal implementasi Sekolah Siaga Bencana di seluruh wilayah Luwu Timur, serta
Penyusunan dan Penerapan Model Kurikulum SSB yang akan mengintegrasikan materi kesiapsiagaan bencana yang disesuaikan secara berjenjang, mulai dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP, hingga jenjang SMA/SMK/sederajat.
Program Sekolah Siaga Bencana ditargetkan resmi meluncur (launching) pada tahun 2026 ini, tepat setelah Sekber SSB Luwu Timur merampungkan seluruh regulasi, modul ajar, dan kesiapan teknis di lapangan. Inisiatif ini diharapkan mampu membentuk budaya tangguh bencana sejak dini serta meminimalkan risiko bencana di lingkungan satuan pendidikan (Red)







