“Dengan kader yang kompeten, kita dapat mempercepat penurunan stunting, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mengendalikan penyakit tidak menular demi terwujudnya masyarakat Luwu Timur yang sehat, produktif, dan sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang IV TP PKK, dr. A. Hiswanah, menyampaikan bahwa kader PKK dan Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan promotif dan preventif di tengah masyarakat.
“Kader PKK dan Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap kader menguasai 25 kompetensi dasar yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan di semua siklus kehidupan,” jelas A. Hiswanah.
Ia menambahkan, 25 kompetensi tersebut terbagi dalam lima klaster utama, yaitu pengelolaan Posyandu, pelayanan ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, serta usia dewasa dan lansia, dan pelatihan akan dilaksanakan dalam tiga angkatan, masing-masing selama tiga hari.
Sebagai informasi, pelatihan ini dirancang secara komprehensif dengan mengombinasikan teori dan praktik. Selama dua hari pertama, peserta dibekali materi dari narasumber. Selanjutnya, pada hari ketiga, peserta melakukan praktik lapangan melalui kunjungan langsung ke Posyandu untuk mengasah kemampuan komunikasi, validasi data, teknik pengukuran di meja pelayanan, serta pencatatan.
Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas, tetapi juga mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Luwu Timur yang sehat, mandiri, dan sejahtera menuju Luwu Timur Juara. (asn/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)





