Ia menyampaikan bahwa terdapat 69 desa dari 11 Kecamatan tang menjadi lokus penilaian STBM tahun ini. Ia meminta agar semua pihak memperhatikan lokus sanitasi masing-masing dan telah sesuai dengan kriteria yang ditentukan serta segera melaporkan apabila masih terdapat kekurangan agar dapat segera ditindaklanjuti.
Lebih lanjut, Bupati berharap Kabupaten Luwu Timur mampu mempertahankan prestasi yang pernah diraih pada STBM Awards tahun 2021 dan bisa meningkatkan penilaian dari tahun sebelumnya.
“Kita pernah meraih penghargaan STBM Awards tingkat nasional pada tahun 2021. Tentu prestasi ini tidak mudah diraih, sehingga saya berharap dapat kita pertahankan bahkan kalau memungkinkan, bisa meraih hasil yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan Penandatanganan Form Self Assessment Kabupaten STBM Awards Madya oleh Bupati Luwu Timur yang disaksikan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika, dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Helmy Kahar.
Tutur hadir Kepala Baznas Kabupaten Luwu Timur, Fahri Ansyah, perusahaan swasta, Save the Children, Celosia Marennu, Kepala OPD, Para Camat, OPD terkait, Kepala Desa, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur, dan OPD terkait. (nor/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)







