Cegah Stunting Sejak Dini, Dinas PPKB Lutim Gerakkan Dashat di 53 Desa

“Di 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) ini perlu penanganan dan perhatian yang serius, terutama tentang pola makan yang menekankan pada pemenuhan gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh,” ujar Andi Tulleng dalam penyuluhan bersama tim yang turun di desa lokus.

Ia menjelaskan, selain pola makan, pola asuh juga perlu dilakukan oleh ibu, baik pada waktu hamil, menyusui maupun pada anak umur dua tahun.

“Untuk penanganan masalah stunting juga tetap memperhatikan tentang lingkungan yang bersih,” katanya.

Andi menegaskan, penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan sedini mungkin dengan memperhatikan tiga hal penting, yakni pola makan, pola asuh dan lingkungan yang bersih.

Secara teknis, kegiatan Dashat melakukan simulasi atau praktik mengolah bahan makanan lokal yang terdapat di daerah sasaran untuk dibuatkan menu makanan sesuai kebutuhan asupan gizi bagi sasaran yang ada.

Konsep kegiatan Dashat menyasar tiga sasaran utama di masyarakat dalam implementasinya, yakni ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), serta baduta (bayi dua tahun).

Selain praktik pengolahan makanan, kegiatan Dashat juga diisi dengan penyuluhan yang disampaikan langsung oleh Andi Tulleng bersama tim.

Kegiatan Dashat yang dilakukan Dinas PPKB Kabupaten Luwu Timur saat ini sudah terlaksana pada putaran kedua, dengan melibatkan masyarakat umum yang menjadi sasaran, bidan desa, kader Dashat, serta PKB/PLKB yang ada di Kabupaten Luwu Timur. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)

baca juga  Rujukan ke RSUD Wotu Kerap dikeluhkan, Ini dia Penyebabnya !

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *