Disdagkop-UKMP Luwu Timur Dorong Ekonomi Kerakyatan, 33 Desa Jadi Basis Pengembangan Potensi Unggulan

“Expo Koperasi dan UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Selatan merupakan momentum untuk memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan, sekaligus memperluas sinergi antara pemerintah, koperasi, UMKM, BUMDes, BUMDesma dan dunia usaha,” ujar Senfry.
Ia menyebutkan, program PANDU JUARA telah memperoleh apresiasi melalui BDS Impec Award 2026 serta pengakuan sebagai daerah peduli inovasi kreatif dari KompasTV. Apresiasi tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat inovasi pembangunan berbasis potensi lokal.
Meski demikian, penguatan ekonomi kerakyatan membutuhkan lebih dari sekadar program dan penghargaan. Keberhasilan pemberdayaan perlu ditopang oleh peningkatan kapasitas pelaku usaha, akses permodalan, kualitas produk, tata kelola koperasi, serta kesinambungan pemasaran. Dampaknya juga perlu terlihat melalui perkembangan usaha dan peningkatan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, sinergi antara koperasi, UMKM, BUMDes, BUMDesma dan dunia usaha menjadi penting agar potensi desa tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi dapat terhubung dengan rantai pasok dan pasar yang lebih luas.
Melalui penguatan program berbasis desa dan kolaborasi lintas sektor, Disdagkop-UKMP Luwu Timur diharapkan terus mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang sehat, profesional dan berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan ekonomi kerakyatan dapat menjadi salah satu fondasi bagi kemandirian desa sekaligus memperkuat perekonomian daerah. (Put/Red)







Komentar (0)