DisKan Luwu Timur Perkuat Keselamatan Nelayan Lewat Pelatihan Selam Dasar

Malili, bilikf4kt@.id — Keselamatan kerja di laut menjadi perhatian serius Dinas Perikanan (DisKan) Kabupaten Luwu Timur. Sebagai upaya meminimalkan risiko kecelakaan yang kerap dialami nelayan penyelam, instansi tersebut menggelar pelatihan penyelaman dasar bagi puluhan nelayan di perairan Pulau Bulu Poloe, Desa Harapan, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan tangkap. Selain memperkuat kompetensi teknis, pelatihan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya budaya kerja yang mengedepankan aspek keselamatan.

Selama pelatihan, para peserta menerima pembekalan teori sekaligus praktik lapangan yang dipandu langsung oleh instruktur dari Lembaga Konservasi Pengembangan dan Riset. Materi yang diberikan mencakup teknik penyelaman yang sesuai standar keselamatan, penggunaan peralatan selam secara tepat, prosedur keselamatan sebelum, selama, dan setelah penyelaman, metode komunikasi di bawah air, hingga langkah-langkah penanganan kondisi darurat.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DisKan Luwu Timur, Padli, menegaskan bahwa keberhasilan seorang nelayan tidak semata-mata diukur dari besarnya hasil tangkapan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keselamatan saat bekerja di laut. “Keberhasilan bekerja tidak hanya dilihat dari banyaknya hasil tangkapan, tapi juga kemampuan menjaga keselamatan diri. Keselamatan wajib jadi prioritas utama,” tegas Padli saat membuka kegiatan.

Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada nelayan lainnya. Dengan demikian, budaya kerja yang aman dapat semakin mengakar di kalangan masyarakat pesisir, sehingga angka kecelakaan kerja dapat ditekan dan produktivitas usaha perikanan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Padli juga menilai bahwa peningkatan kompetensi nelayan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sektor perikanan daerah. Selain mendukung keselamatan kerja, kemampuan teknis yang semakin baik diyakini akan meningkatkan profesionalisme nelayan dalam memanfaatkan sumber daya laut secara bertanggung jawab.

baca juga  Baliho Panjang Ibas - Puspa di Towuti di Rusak Oleh OTK

Ia menambahkan, aktivitas penyelaman untuk mencari hasil tangkapan memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi apabila dilakukan tanpa pengetahuan dan prosedur keselamatan yang memadai. Karena itu, pelatihan semacam ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan agar semakin banyak nelayan memiliki keterampilan penyelaman yang aman sesuai standar.

DisKan Luwu Timur berharap lahirnya nelayan-nelayan yang tidak hanya terampil dalam menangkap ikan, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Melalui penyebaran pengetahuan tersebut, budaya mengutamakan keselamatan di laut diharapkan semakin kuat, sehingga aktivitas penangkapan ikan dapat berlangsung lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Pelatihan tersebut turut dihadiri pengurus Wija To Cerekang (WTC), perwakilan sejumlah perangkat daerah terkait, serta para nelayan yang menjadi peserta kegiatan. (Put/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *