Luwu Timur, bilikf4kt@.id – Menjelang pelaksanaan Hari Koperasi Nasional (HARKOPNAS) di Lapangan Iniaku, Sorowako, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Luwu Timur terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan Expo dan Pameran. Kesiapan lokasi, pengaturan zona peserta hingga proyeksi jumlah pengunjung menjadi perhatian untuk memastikan kegiatan berjalan tertib sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Kepala DPMD Luwu Timur, Awaluddin, menjelaskan bahwa DPMD mendapat tanggung jawab sebagai koordinator seksi Expo dan Pameran dalam rangkaian kegiatan tersebut. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Perindustrian (Disdagkop-UKMP), serta sejumlah pihak lainnya. Sebagai bagian dari persiapan, DPMD bersama unsur DPRD dan Camat Nuha sebelumnya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kebutuhan penataan dapat dipersiapkan sejak awal.
“Kami sebagai koordinator seksi turun bersama Disdagkop-UKMP untuk mengecek kondisi lapangan sekaligus berkoordinasi dengan camat terkait penempatan UMKM,” ujar Awaluddin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).
Dari sisi kapasitas, Expo dan Pameran tersebut direncanakan melibatkan 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Selain itu, terdapat keterlibatan perwakilan kecamatan, instansi vertikal, BUMN serta kelompok Pompessi. Dengan komposisi peserta yang cukup beragam, DPMD menyiapkan sekitar 41 titik stan atau booth agar seluruh peserta dapat memperoleh ruang yang representatif dan penataan kawasan tetap terorganisasi.
Antusiasme pelaku UMKM juga menjadi salah satu perhatian DPMD. Tidak hanya mengakomodasi peserta dari kabupaten/kota, peluang partisipasi turut dibuka bagi kelompok dari kecamatan-kecamatan di Luwu Timur. Langkah tersebut dinilai penting agar penyelenggaraan HARKOPNAS tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga membuka ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha masyarakat setempat.
Untuk mendukung kenyamanan dan keteraturan kawasan pameran, konsep tata letak masih terus dimatangkan. Salah satu opsi yang sebelumnya dibahas adalah memanfaatkan delapan lapangan voli yang berada di belakang panggung utama sebagai area penempatan stan. Skema tersebut diharapkan dapat membuat alur pergerakan pengunjung lebih dinamis sekaligus mengintegrasikan berbagai zona pameran, meski keputusan teknis final masih menunggu pembahasan lebih lanjut.
Besarnya potensi partisipasi membuat aspek kapasitas dan pelayanan turut menjadi perhatian. DPMD memperkirakan setiap kabupaten/kota dapat membawa sekitar 100 orang yang terdiri atas rombongan, pendamping, dan unsur UMKM. Dengan 24 kabupaten/kota, jumlah tersebut berpotensi mencapai sekitar 2.400 orang. Angka itu belum termasuk peserta dari kecamatan di Luwu Timur yang diperkirakan dapat menambah ratusan orang, sementara jumlah tamu undangan dan pengunjung umum diproyeksikan mencapai sekitar 4.000 orang.







