“Dari informasi yang kami terima, ada salah satu kabupaten yang sudah merencanakan membawa 300 peserta khusus untuk pameran. Karena itu, kami menyusun estimasi paling aman sekitar 100 orang per kabupaten,” jelasnya.
Di tengah besarnya skala kegiatan, DPMD menilai keberhasilan Expo HARKOPNAS tidak hanya ditentukan oleh kelancaran teknis, tetapi juga oleh seberapa besar dampaknya terhadap masyarakat. Pameran diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan produk lokal, potensi wisata dan kuliner khas Luwu Timur, khususnya Sorowako, kepada peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah. Dengan demikian, momentum HARKOPNAS dapat sekaligus menjadi sarana memperluas pasar dan memperkuat citra daerah.
“Kami ingin kapasitas dan potensi wisata kita dikenal, UMKM lebih berdaya, dan mereka mendapatkan nilai tambah penghasilan yang lebih besar dibanding aktivitas biasa,” tegas Awaluddin.
Sebagai tuan rumah, DPMD juga menempatkan kualitas pelayanan sebagai bagian penting dari kesiapan penyelenggaraan. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung menuntut pengelolaan kawasan yang tidak hanya rapi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang nyaman bagi tamu selama berada di Luwu Timur. Karena itu, setiap unsur teknis perlu dipastikan memiliki koordinasi yang jelas agar potensi kepadatan maupun persoalan di lapangan dapat diantisipasi lebih awal.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini telah beraktivitas di sekitar lokasi. Penyelenggara membuka ruang agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan, dengan catatan dilakukan melalui penataan yang tertib dan tidak mengganggu kawasan utama pameran. Pendekatan ini dinilai dapat memberikan manfaat ganda: menjaga kenyamanan penyelenggaraan sekaligus memberi peluang ekonomi kepada warga sekitar. Rincian teknis mengenai lokasi PKL akan dimatangkan dalam rapat koordinasi berikutnya.
Rangkaian Expo dan Pameran HARKOPNAS dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 6 hingga 10 Oktober 2026. Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, DPMD bersama seluruh seksi dan panitia terkait terus melakukan penyempurnaan teknis. Koordinasi lintas pihak menjadi kunci agar besarnya skala kegiatan dapat diimbangi dengan kesiapan pengelolaan di lapangan, sehingga HARKOPNAS di Luwu Timur tidak hanya sukses dari sisi pelaksanaan, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi UMKM, masyarakat, dan perekonomian daerah (Put/Red)







