“Desa punya akses terhadap modal, desa punya akses yang cepat terhadap pusat-pusat produksi, desa punya akses terhadap pemerintahan. Sebaliknya, pemerintah punya infrastruktur untuk menjalankan kebijakan pemerintah, misalnya bantuan-bantuan sosial dan barang-barang subsidi,” terang Zulkifli Hasan.
Menurut Puspawati, konsep tersebut mendukung Program Pandu Juara yang menjadi program unggulan di Era Ibas Puspa dan menjadi peluang bagi Luwu Timur yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan hingga UMKM.
“Kita punya petani, nelayan, UMKM dan berbagai komoditas unggulan. Ketika seluruh potensi ini terhubung melalui koperasi dengan pasar dan program pemerintah, maka KDKMP benar-benar dapat menjadi motor yang menggerakkan ekonomi dari desa,” jelasnya.
Forum yang untuk kedua kalinya digelar setelah sebelumnya berlangsung di Jakarta ini menjadi ruang kolaborasi untuk menyerap aspirasi serta melahirkan gagasan, rekomendasi dan komitmen bersama dalam memperkuat KDKMP.
Selain menggerakkan ekonomi desa, KDKMP juga diarahkan mendukung agenda swasembada pangan nasional dengan memperkuat rantai pasok hasil pertanian dan perikanan, sekaligus mendekatkan berbagai layanan kepada masyarakat, termasuk layanan perbankan.
“Muara akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Potensi desa bergerak, hasil produksi terserap, akses pasar terbuka dan manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat,” pungkas Puspawati. (han/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)







