Padungku Matano Jadi Momentum Rawat Tradisi dan Jaga Keindahan Danau Matano

Beberapa di antaranya, lanjutnya, seperti Pulau Empat sebagai situs jejak geologi dan Danau Matano yang dikenal sebagai salah satu danau terdalam di Asia Tenggara. Selain itu, peran pengelola dan masyarakat juga penting agar potensi ini bisa terus dikenal.

“Kalau bukan kita yang jaga dan perkenalkan, siapa lagi. Danau Matano ini sudah indah, tinggal bagaimana kita rawat bersama,” tambah Andi Tabacina.

Sementara itu Camat Nuha, Arief Fadillah Amier mengapresiasi masyarakat yang selama ini menjaga kelestarian Danau Matano.

Ia juga menyebutkan bahwa Padungku merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan di setiap desa sebagai bentuk rasa syukur masyarakat.

Camat Arief menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan bisa mendorong pariwisata dan UMKM lokal.

“Kita ingin orang luar datang melihat langsung keindahan Danau Matano dan mengenal budaya yang ada di sini,” terang Arief.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan Padungku telah dimulai sejak Sabtu (1/8/2026), diisi dengan berbagai lomba dan hiburan rakyat, seperti tari Momaani, wisata kuliner, booth UMKM, lomba perahu dayung dan bangka-bangka, serta permainan tradisional. (asn/ikp-humas/kominfo-sp)

baca juga  Irwan Bachri Syam Cek Kesiapan Fasilitas Publik, Tekankan Kenyamanan dan Kualitas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *