Luwu Timur, bilikf4kt@.id – Sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan memastikan penanganan darurat berjalan cepat, terpadu, dan efektif, maka Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar lokakarya akhir penyusunan Dokumen Rencana Operasi (Renops) Darurat Bencana Gempa Bumi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor BPBD Luwu Timur, Kamis (6/8/2026), sekaligus menjadi tahap final penyusunan dokumen yang akan menjadi pedoman operasional bagi seluruh pemangku kepentingan saat terjadi bencana gempa bumi.
Lokakarya dibuka oleh Sekretaris BPBD Luwu Timur, Andrie Firdaus, dan dihadiri sejumlah unsur terkait, di antaranya OPD, RSUD I Lagaligo, SAR Sorowako, PMI Luwu Timur, PDAM Waemami, BULOG Maleku, PLN ULP Malili, ORARI, RAPI, PTPN XIV Burau, Telkom Malili, PT Vale Indonesia Tbk, SAR Malili, serta camat se-Kabupaten Luwu Timur.
Dalam arahannya, Andrie Firdaus menegaskan bahwa penyusunan Dokumen Renops Gempa Bumi Tahun 2026 bertujuan menyediakan pedoman operasional yang jelas bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dalam menangani keadaan darurat secara cepat, terpadu, terkoordinasi, efektif, efisien, dan akuntabel.







