“Untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga pengendalian pembangunan di daerah, diperlukan dukungan data geospasial yang akurat, terpadu, serta mudah diakses dan dibagipakaikan,” jelas Kamal.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa penyelenggaraan simpul jaringan informasi geospasial di Kabupaten Luwu Timur harus didukung dengan tata kelola data yang terstruktur, transparan, dan terintegrasi secara berkelanjutan.
Saat ini, Geoportal Simpul Jaringan PALAPA Kabupaten Luwu Timur telah tersedia melalui BIG, namun pemanfaatannya dinilai belum optimal. Geoportal PALAPA sendiri merupakan platform berbagi dan pengelolaan data geospasial antar instansi dalam jaringan nasional.
“PALAPA versi 5.0 hadir dengan pendekatan yang lebih modern, aman, dan terstandarisasi, serta memiliki peningkatan signifikan dari sisi aksesibilitas, interoperabilitas, dan keamanan data,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan, berdasarkan hasil evaluasi kinerja simpul jaringan tahun 2025 melalui Sistem Informasi Monitoring Kinerja Simpul Jaringan (SIMOJANG) BIG, Kabupaten Luwu Timur memperoleh nilai 1,97 dengan status “Operasional”, meningkat dibanding tahun 2024 yang berada pada nilai 1,26 dengan status “Terbangun”.
Melalui kerja sama ini, diharapkan pengelolaan dan pemanfaatan data geospasial di Kabupaten Luwu Timur semakin optimal, sehingga mampu mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red).







