
Akibatnya, keluarga Pasien mengambil inisiatif untuk Meninggalkan Puskesmas Wawondula, karena merasa kecewa terhadap Layanan petugas medis yang menurutnya tidak sesuai harapan yang diinginkannya.
Menindaklanjuti Kekecewaan Pasien setelah meninggalkan ruang perawatan, Ketua Srikandi Towuti Kurbani tidak tinggal diam dan berinisiatif untuk membawa kembali pasien ke Puskesmas dengan menghubungi pihak PKM Towuti untuk mendapatkan Perawatan intensif kepada Pasien.
Alhasil, Pasien dijemput kembali di rumahnya dengan menggunakan Ambulans PKM Towuti dan mendapatkan Perawatan Medis lebih lanjut.
Kepala UPTD PKM Wawondula Adrian, S.Kep, Ns.M.km yang dikonfirmasi Membatah tuduhan adanya Pemberian layanan Medis kepada Pasien Rio tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Menurutnya, apa yang dituduhkan dan di viral kan di media Sosial oleh keluarga Pasien itu tidak benar, Kami melayani pasien tidak mengenal status dan Golongan, semua dilayani sesuai SOP medis yang berlaku secara umum.
Saat pasien mendatangi ruan IGD, dokter memberikan penanganan yang spesifik dan intensif kepada pasien terkait penyakit yang dideritanya, namun saat hendak dirujuk ke Rumah sakit, keluarga pasien menolak dan tak ingin bertanda tangan, meski Penyakitnya telah dijelaskan oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), ujar Andriani.
Meski demikian, Kondisi pasien saat ini mulai membaik, setelah mendapatkan perawatan usai dijemput dari Rumahnya.(Kur/Red)







