“Untuk anak-anakku, aktifki semua, jangan pernah takut. Jika ada sesuatu, laporkan ke guru, kepala sekolah atau saya. Jangan pernah mencoba-coba narkoba, sampaikan juga kepada semuanya untuk tidak mencoba,” pesannya.
Sementara itu, Ketua BNNP Sulawesi Selatan, Kombes Pol. Drs. Agung Prabowo menyebut bahwa Deklarasi Sekolah Bersinar di Luwu Timur menjadi yang pertama dilaksanakan di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak untuk bergerak bersama memerangi peredaran gelap narkoba, khususnya di wilayah Luwu Timur.
“Kita tidak bisa bekerja sendirian. Kita butuh kolaborasi dan bergerak satu nafas memerangi peredaran gelap narkoba, khususnya di wilayah Luwu Timur,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Senior Coordinator PPM PT Vale Indonesia, Baso Haris, menyampaikan dukungannya terhadap program Sekolah Bersinar sebagai bentuk keseriusan bersama dalam menciptakan generasi muda yang cerdas dan bebas narkoba.
“Kita berharap hadirnya Sekolah Bersinar dapat memberikan rasa tenang kepada para orang tua karena anak-anak mereka berada di lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” terang Baso Haris.
Turut hadir Wakapolres Lutim, Kompol Hajriadi, Pabung Kodim 1403/Palopo, Mayor Arm Syafaruddin, jajaran BNN Sulsel, Sekda Lutim, Ramadhan Pirade, OPD terkait, serta pelajar dan guru pendamping SMP dan SMA. (asn/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)







