Setiap OPD dan kecamatan menghadirkan ciri khasnya melalui kostum, atraksi, serta sentuhan seni tradisional yang memperkuat identitas daerah.
Antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Anjungan Sungai Malili semakin menambah semarak kegiatan. Sorak sorai dan dukungan kepada para peserta menjadi bukti kuat bahwa karnaval budaya ini menjadi kebanggaan bersama yang terus dijaga di tengah keberagaman.
Salah seorang pengunjung asal Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, Anggun, yang datang berlibur ke Luwu Timur, mengaku terhibur sekaligus terpukau dengan keberagaman yang dimiliki Luwu Timur.
“Seru sekali, kita bisa lihat berbagai pakaian adat dalam satu tempat. Ternyata Luwu Timur itu memang beragam tapi luar biasanya tetap rukun,” tuturnya.
Melalui karnaval ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menegaskan komitmennya dalam merawat kebhinekaan sebagai simbol persatuan, bahwa perbedaan adalah kekuatan yang menyatukan masyarakat di Bumi Batara Guru.
Turut hadir, unsur Forkopimda, Sekda Lutim, Pabung Kodim1403/Palopo, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD terkait serta peserta karnaval budaya. (asn/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)







