Padungku Matano Jadi Momentum Rawat Tradisi dan Jaga Keindahan Danau Matano

Luwu Timur, bilikf4kt@.idLuwu Timur dikenal sebagai “Indonesia Mini” karena keberagaman adat dan budaya yang hidup berdampingan. Salah satu wujud kekayaan budaya tersebut terlihat dalam Pesta Rakyat Padungku yang digelar di Desa Matano, Kecamatan Nuha, Ahad (2/8/2026).

Mengusung tema “Mendayung Bersama Menuai Makna”, Padungku menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk merayakan hasil panen sekaligus mempererat kebersamaan lintas suku, agama, dan budaya.

Melalui Padungku, Luwu Timur tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga memperkuat identitas sebagai daerah yang menjunjung tinggi kebersamaan dalam keberagaman.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Kepala Dinas Kominfo SP, Andi Tabacina Akhmad, didampingi Camat Nuha, Arief Fadillah Amier dan Kepala Desa Matano, Jumahir, menghadiri penutupan kegiatan Padungku di Desa Matano.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Tabacina Akhmad menyampaikan bahwa, kawasan ini merupakan kampung yang indah, aman, dan punya potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Ini kampung yang indah dan aman. Danau Matano juga bukan danau biasa, tapi kebanggaan kita yang punya keindahan luar biasa dan harus dijaga bersama,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang mendorong pengusulan kawasan tersebut sebagai Geopark Nasional. Berbagai potensi yang dimiliki, mulai dari geosite, biosite (flora dan fauna), hingga culturesite, tersebar di Luwu Timur dan paling banyak berada di Kecamatan Nuha.

baca juga  814 CPNS Resmi Menjadi PNS, Bupati Irwan: Berikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat Luwu Timur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *