Jumat, 6 November 2026 Cepat, akurat, terkonfirmasi

Bupati Irwan : Koperasi Merah Putih Harus Perbesar Pasar UMKM, Bukan Jadi Pesaing

Melalui program tersebut, setiap desa didorong untuk mengenali dan mengembangkan kekuatan ekonomi yang dimilikinya.

“Setiap desa harus mengenali kekuatan ekonominya sendiri. Ada desa yang unggul pada pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pangan olahan maupun sektor lainnya,” jelasnya.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memberikan bantuan keuangan khusus sebesar Rp2 miliar per desa. Program ini mulai diterapkan sejak tahun lalu pada 33 desa sebagai sampel atau percontohan.

Namun, Bupati menegaskan bahwa peningkatan produksi saja tidak cukup untuk membangun ekonomi desa.

Menurutnya, masyarakat dan pemerintah harus mengetahui siapa pembelinya, seberapa besar kebutuhan pasar, standar kualitas yang dibutuhkan, biaya distribusi hingga bagaimana nilai tambah produk dapat tetap dinikmati oleh masyarakat.

“Pengembangan komoditas tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Kita harus mengetahui siapa pembelinya, berapa kebutuhan pasar, bagaimana standar kualitasnya, bagaimana biaya distribusinya, dan bagaimana nilai tambahnya dapat tetap dinikmati masyarakat,” katanya.

Dalam konsep yang ditawarkan Luwu Timur, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ditempatkan sebagai agregator, bukan pesaing bagi UMKM maupun pedagang kecil.

Koperasi diharapkan menjadi penghubung yang mampu mengumpulkan produk masyarakat, mengonsolidasikan volume produksi, menjaga kualitas, membantu pengemasan, mengatur distribusi, hingga membuka akses pasar yang sulit dijangkau pelaku usaha secara individual.

“UMKM tetap memproduksi dan berusaha, koperasi memperbesar pasar mereka. Koperasi tidak mengambil ruang ekonomi rakyat, tetapi memperluasnya,” tegas Irwan.

Bagi Bupati Irwan, hubungan tersebut penting untuk menciptakan kepastian pasar bagi masyarakat sekaligus membangun basis transaksi yang sehat bagi koperasi.

“Dengan cara ini, masyarakat memperoleh kepastian pasar dan koperasi memiliki basis transaksi yang kuat,” tandasnya.

Melalui Pekan Expo K-UMKM Sulsel 2026, Bupati Irwan berharap gagasan tersebut tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat menjadi ruang bertemunya potensi usaha, membuka jejaring kemitraan, dan memperluas pasar bagi produk masyarakat. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)

baca juga  Komitmen Transparansi dan Kepatuhan, Bupati Irwan Serahkan LKPD 2025 ke BPK RI Sulsel

Baca Juga

Komentar (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *