Ekonomi Non Tambang Luwu Timur Melesat 13,87 Persen, Tertinggi dalam 10 tahun Terakhir

​”Meningkatnya mobilitas penduduk serta aktifnya kegiatan perdagangan, jasa, transportasi, akomodasi, hingga penyediaan makan minum turut memperkuat performa ekonomi non-tambang kita,” jelasnya.

​Dari sisi kontribusi triwulanan (q-to-q), sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan keluar sebagai motor penggerak utama dengan andil sebesar 1,78 persen. Hal ini, menurut Abdullah, mempertegas bahwa sektor pertanian tetap menjadi fondasi ekonomi yang paling kokoh dan mampu menjaga denyut nadi perekonomian masyarakat hingga ke tingkat pelosok desa. Sektor pendukung lainnya adalah Administrasi Pemerintahan dengan andil 1,29 persen dan Real Estate dengan tambahan 0,11 persen.

​Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan Masa Depan
Melihat dinamika struktural ini, Abdullah Pannu menegaskan betapa krusialnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang tengah berjalan. Sensus ini diposisikan sebagai langkah vital untuk menyediakan data yang akurat, berkualitas, dan real-time demi mendukung percepatan pembangunan daerah.

​”Data yang berkualitas, bermakna, dan berdampak ini nantinya akan sangat membantu Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, mengakselerasi program prioritas seperti PANDU JUARA, serta mencapai target indikator makro daerah,” tutur Abdullah.

​Di akhir penyampaiannya, Kepala BPS Luwu Timur ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk menyukseskan agenda nasional tersebut. “Keberhasilan sensus ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan agar data yang dihasilkan benar-benar valid dan mencerminkan kondisi riil ekonomi Luwu Timur, terutama dalam mengawal momentum kebangkitan sektor non-tambang ini,” pungkas Abdullah Pannu.(Red)

baca juga  Luar Biasa, Dinas PUPR Luwu Timur Juara 3 Se Sulawesi Layanan Jasa Konstruksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *