
Ia juga menegaskan bahwa perayaan Dharma Santi bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Luwu Timur.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Luwu Timur, I Nyoman Sugiana, mengapresiasi kehadiran pemerintah dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan umat beragama.
“Kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan serta memperkuat kerukunan umat beragama,” jelas I Nyoman Sugiana.
Peringatan Hari Raya Nyepi melalui Dharma Santi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai kebhinekaan serta memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat, sejalan dengan semangat Nusantara Harmoni Indonesia Maju.
Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat Hindu yang kurang mampu.
Turut hadir unsur Forkopimda, para Camat, PHDI Provinsi Sulawesi Selatan, Pembimas Hindu Provinsi Sulsel, Kepala Kantor Kementerian Agama Lutim, Penyelenggara Hindu Lutim, serta para Ketua Lembaga Kelembagaan Hindu Kecamatan dan Desa. (eld/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)







