“Hari ini kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Wakapolres saat membacakan pidato.
Lanjut Kompol Hajriadi, Pancasila disebut sebagai jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Terakhir, Ia juga mengajak seluruh elemen khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology), bukan sekadar simbol atau teks semata.
“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan. Tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan nilai kemanusiaan. Selama darah Indonesia masih mengalir, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” ajak Wakapolres.
Melalui peringatan ini, diharapkan semangat persatuan, gotong royong, dan nilai-nilai luhur Pancasila terus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Put/Red)







