Selain itu, Askar juga berharap perpustakaan dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih inklusif dan multifungsi.
“Perpustakaan tidak lagi hanya sebagai tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi pusat belajar, pusat informasi, pusat kreativitas, serta ruang kegiatan masyarakat yang nyaman, ramah anak, dan mudah diakses,” ujar Askar.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Festival Literasi menjadi momentum penting untuk menampilkan kreativitas dan potensi generasi muda di Luwu Timur.
Askar pun berpesan kepada para peserta agar terus rajin membaca dan tidak pernah bosan belajar.
“Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, kita memiliki wawasan luas, mimpi besar, dan masa depan yang lebih baik,” pesan Asisten Administrasi Umum. (asn/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)







