“Saya sebelumnya dari RS Wotu dan dirujuk ke Makassar. Selama di sini, saya tinggal di rumah singgah dengan fasilitas lengkap, ada tempat tidur, kamar mandi, dan semuanya gratis. Kami sangat bersyukur atas bantuan ini,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan rasa haru saat pernah bertemu langsung dengan Bupati Luwu Timur dan menyampaikan kondisi anaknya yang telah beberapa kali menjalani operasi.
“Saya sempat bertemu dengan Bapak Bupati dan meminta bantuan untuk anak saya. Alhamdulillah, dari berobat di RS Wotu sampai di RS Unhas ini, semua gratis. Kami minta doa semoga Bapak Bupati dan ibu Wakil Bupati selalu sehat,” tambahnya penuh harap.
Sementara itu, Josua, anak dari Matriel Sanco’o yang turut mendampingi proses operasi adiknya, mengaku merasa aman dan terbantu dengan adanya fasilitas rumah singgah tersebut.
“Selama kurang lebih dua minggu di Makassar, kami difasilitasi rumah singgah secara gratis tanpa biaya sedikit pun. Fasilitasnya lengkap, mulai dari alat memasak, AC, hingga kamar mandi. Harapan kami, program ini terus berlanjut. Terima kasih Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Luwu Timur,” pungkas Josua.
Sementara Plt. Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan menjelaskan, per 1 April kemarin, layanan rumah singgah sudah jalan, dengan fasilitas yang menyediakan hunian.
“Untuk sementara per hari ini kami menyediakan 3 kamar hunian. Untuk kedepan kita akan menambah sesuai kebutuhan pasien,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Adapun syarat dari masuk rumah singgah itu, lanjutnya, ialah pasien rujukan dari Luwu Timur, dan selama ketersediaan kamar masih ada, akan dilayani masuk di rumah singgah.
“Untuk batas waktu tinggal, sementara kita tidak membatasi selama pasien masih dirawat itu masih bisa tinggal di rumah singgah yang telah kami sediakan,” jelas dr. Irfan. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red).







