Ia juga menyoroti pentingnya peran pupuk sebagai katalisator dalam mencapai target swasembada komoditas perikanan unggulan, seperti ikan Bandeng, yang menjadi komoditas andalan Luwu Timur.
Pada tahap pertama, pupuk bersubsidi ini akan disalurkan kepada 1.163 pembudidaya dari empat kecamatan pesisir, yakni Burau 72 orang, Wotu 213 orang, Angkona 345 orang, dan Malili 473 orang.
Selanjutnya, untuk memastikan kecukupan nutrisi bagi lahan tambak, pemerintah telah mengalokasikan total pupuk dalam jumlah besar, mencakup: Urea: 1.414.200 kg; SP-36: 472.800 kg; Organik: 2.351.600 kg.
Sebagai penutup, pihak PT. Pupuk Indonesia, Handoko menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah Pemkab Luwu Timur melalui sosialisasi mekanisme penebusan yang transparan.
Launching yang dipusatkan di Kios Pupuk Rury tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan, Kepala Desa Lakawali Pantai, penyuluh perikanan, para pengecer/kios pupuk hingga kelompok pembudidaya ikan. (fir/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red).







