Berdasarkan data aplikasi e-PPGBM Si Gizi Kesga, prevalensi balita stunting di Luwu Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,74%. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,47% dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,27%.
Meskipun angka riil masih di bawah target nasional, tren kenaikan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Lebih jauh, dr. Helmy menyebutkan ada dua faktor utama yang memicu kenaikan tersebut.
Gerakan Bumil Sehat ini dirancang untuk memastikan setiap ibu hamil di Luwu Timur memiliki pengetahuan yang cukup dan mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai selama masa kehamilan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Mangkutana, Kepala Puskesmas Mangkutana, Pokja IV TP-PKK Kecamatan Mangkutana, serta para peserta dan tamu undangan lainnya. (fir/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red).







