Evaluasi Progres Geopark Matano, Langkah Nyata Luwu Timur ke Geopark Nasional

Menurutnya, geopark berbeda dengan kawasan konservasi seperti cagar alam atau taman nasional, karena dikelola secara inklusif dengan melibatkan masyarakat.

“Geopark adalah konsep pembangunan kawasan berkelanjutan dengan semangat celebrating earth heritage, sustaining local communities,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa secara prinsip, tidak terdapat perbedaan mendasar antara geopark nasional dan geopark global, kecuali pada tingkat pengakuan internasional terhadap nilai warisan geologinya.

Lebih lanjut, Abdillah menyebutkan empat kelengkapan dasar yang harus dimiliki sebuah geopark, yaitu warisan geologi (geological heritage), manajemen, visibilitas, serta jejaring (network).

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses penyusunan dokumen Geopark Matano dapat semakin matang dan memenuhi kriteria yang ditetapkan, sehingga mampu mendorong Luwu Timur menjadi bagian dari kawasan geopark nasional di Indonesia. (bkr/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)

baca juga  Kajari Lutim Resmi Berganti, Bupati Irwan: Mari Lanjutkan Sinergi Membangun Daerah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *