Esti berharap proses verifikasi ini dapat mengantarkan PM WTC meraih penghargaan yang dinilai sangat layak mereka terima, sekaligus menjadi pemantik semangat bagi komunitas lain di Luwu Timur untuk terus bergerak menjaga lingkungan.
“Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus bergerak menjaga lingkungan. Karena menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” pungkas Esti.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komunitas Pejuang Muda Wija To Cerekang, Adnan, mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas perhatian pemerintah terhadap perjuangan komunitas yang selama ini mereka lakukan.
Menurutnya, verifikasi lapangan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras dan ketulusan seluruh anggota komunitas dalam menjaga warisan alam Cerekang.
“Kami tidak pernah menyangka perjuangan kami yang sederhana ini bisa sampai pada tahap seperti ini. Ini bukan keberhasilan saya pribadi, ini milik seluruh anggota komunitas, milik masyarakat Cerekang yang selama ini berjuang bersama kami menjaga alam yang telah menghidupi kita,” tuturnya.
Proses verifikasi lapangan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penentuan kelayakan calon penerima Penghargaan Kalpataru, penghargaan tertinggi dari Pemerintah Republik Indonesia kepada individu maupun kelompok masyarakat yang dinilai berjasa luar biasa dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Kehadiran Komunitas Pejuang Muda Wija To Cerekang sebagai salah satu bakal calon penerima penghargaan bergengsi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Luwu Timur. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa semangat pelestarian lingkungan hidup terus tumbuh dan berkembang di kalangan generasi muda hingga ke pelosok daerah. (ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)






