Kampung Bahasa ini nantinya diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan kemampuan bahasa bagi masyarakat, khususnya generasi muda Luwu Timur. Keberadaannya juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program Mandalish setelah para peserta kembali ke daerah.
“Setelah dari sini, kita tidak ingin program ini berhenti. Kita akan tindak lanjuti di Luwu Timur dengan membangun Kampung Bahasa, khususnya Mandarin dan Inggris, di Desa Harapan,” kata Irwan.
Menurutnya, pengembangan kemampuan bahasa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda Luwu Timur memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Sebanyak 79 peserta Batch I sebelumnya telah melewati proses seleksi sebelum diberangkatkan ke Pare. Setelah program berakhir, mereka akan kembali ke Luwu Timur untuk melanjutkan pengembangan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Pemkab Luwu Timur memastikan program ini tidak berhenti di sini. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Luwu Timur, Awaluddin Anwar yang menegaskan bahwa, pemerintah daerah berencana kembali memberangkatkan peserta Batch II ke Pare untuk mengikuti pelatihan bahasa Mandarin dan Inggris.
“Program ini akan kita lanjutkan. Insyaallah, kita akan kembali memberangkatkan peserta untuk Batch II,” jelas Awaluddin. (han/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red)







