“Masalah kependudukan bagaimana pengendalian pertumbuhan penduduk, sedangkan untuk pembangunan keluarga terkait dengan kesehatan ibu dan anak, peran ayah, stunting dan peningkatan kualitas lansia,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P2KB, Amrullah mengatakan bahwa Rakerda ini menjadi forum penting untuk mengkonsolidasikan kebijakan, menyatukan komitmen lintas sektor, serta menyusun strategi implementasi program bangga kencana agar berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Amrullah menambahkan bahwa tujuan kegiatan yakni untuk menyelaraskan kebijakan nasional dan daerah, mengintegrasikan program makanan bergizi gratis dengan target penurunan stunting nasional serta mengoptimalkan pelaksanaan program MBG di tingkat daerah yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan untuk memastikan distribusi makanan bergizi gratis tepat sasaran kepada bumil, busui, dan balita non paud.
Pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) tahun 2025-2029 kepada Kepala Perwakilan Kemendukbangga Provinsi Sulawesi Selatan.
Turut hadir unsur Forkopimda, Kemendukbangga Provinsi Sulawesi Selatan, para Kepala OPD, para Camat, para Kepala Puskesmas, TP PKK, para undangan dan peserta rapat kerja daerah. (nor/ikp-humas/kominfo-sp) (Put/Red).







